<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Catatan independent seorang jomblo - jomblo.k@angkatanlaut.mil.nf[~]#_</title>
	<atom:link href="http://angkatanlaut.mil.nf/log/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://angkatanlaut.mil.nf/log</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Sun, 09 Aug 2009 14:34:04 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mengaktifkan mode GUI pada linux server</title>
		<link>http://angkatanlaut.mil.nf/log/2009/08/09/mengaktifkan-mode-gui-pada-linux-server/</link>
		<comments>http://angkatanlaut.mil.nf/log/2009/08/09/mengaktifkan-mode-gui-pada-linux-server/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2009 14:34:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://angkatanlaut.mil.nf/log/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[Sekian lama ga pernah share di weblog sekarang nyoba kembali utk aktif nulis lagi mencoba berbagi secuil pengalaman. Coz kemarin abis bantuin install linux server(CentOS) untuk sebuah project dari pemerin**h,hanya untuk kebutuhan sharing data antar host (samba).  Kebetulan si empu project minta mode GUI untuk server tersebut,  untuk itu harus di edit runlevels nya (bernilai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekian lama ga pernah share di weblog sekarang nyoba kembali utk aktif nulis lagi mencoba berbagi secuil pengalaman. Coz kemarin abis bantuin install linux server(CentOS) untuk sebuah project dari pemerin**h,hanya untuk kebutuhan sharing data antar host (samba).  Kebetulan si empu project minta mode GUI untuk server tersebut,  untuk itu harus di edit runlevels nya (bernilai 0-6). Penjelasan nilai pada runlevel pada turunan kelurha Redhat adalah sebagai berikut :<br />
0 - halt (Do NOT set initdefault to this)<br />
1 - Single user mode<br />
2 - Multiuser, without NFS (The same as 3, if you do not have networking)<br />
3 - Full multiuser mode<br />
4 - unused<br />
5 - X11<br />
6 - reboot (Do NOT set initdefault to this)</p>
<p>Secara default runlevel pada server bernilai 3 yaitu Full multiuser mode. Lakukan pengeditan pada file /ete/inittab</p>
<blockquote><p>[root@sasuke ~]# vi /etc/inittab</p></blockquote>
<p>Pada text &#8211;&gt; &#8220;id:3:initdefault: &#8221; ubah nilai 3 menjadi 5 sehingga menjadi &#8211;&gt; &#8220;id:5:initdefault:&#8221;<br />
Simpan lalu reboot system.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://angkatanlaut.mil.nf/log/2009/08/09/mengaktifkan-mode-gui-pada-linux-server/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Php membatasi jumlah kata perbaris</title>
		<link>http://angkatanlaut.mil.nf/log/2009/03/19/php-membatasi-jumlah-kata-perbaris/</link>
		<comments>http://angkatanlaut.mil.nf/log/2009/03/19/php-membatasi-jumlah-kata-perbaris/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 16:02:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[php]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://angkatanlaut.mil.nf/log/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Berikut adalah fungsi php untuk membatasi jumlah kata per baris
&#60;?php
function batasi_per_baris($kata,$jumlah_perbaris) {
$temp=array();
$string=$kata;
$pecah=explode(&#8221; &#8220;,$string);
$jum=count($pecah);
$max=$jumlah_perbaris;
$x=1;
for ($y=0;$y&#60;$jum;$y++) {
$temp[$y]=$pecah[$y];
echo &#8220;$temp[$y] &#8220;;
if($x==$max) {
echo &#8221;
&#8220;;
$x=0;
}
$x++;
}
}
batasi_per_baris(&#8221;Kulayangkan pandangku melalui kaca jendela dari tempat ku bersandar seiring lantun kereta. Membawaku melintasi tempat-tempat yang indah.&#8221;,5);
?&#62;
Cara kerjanya sebagai berikut :
Isi pada variabel $string dipisahkan berdasarkan spasi dan diambil jumlah kata yang kemudian disimpan dalam variabel $jum. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut adalah fungsi php untuk membatasi jumlah kata per baris</p>
<blockquote><p>&lt;?php<br />
function batasi_per_baris($kata,$jumlah_perbaris) {<br />
$temp=array();<br />
$string=$kata;<br />
$pecah=explode(&#8221; &#8220;,$string);<br />
$jum=count($pecah);<br />
$max=$jumlah_perbaris;<br />
$x=1;<br />
for ($y=0;$y&lt;$jum;$y++) {<br />
$temp[$y]=$pecah[$y];<br />
echo &#8220;$temp[$y] &#8220;;<br />
if($x==$max) {<br />
echo &#8221;<br />
&#8220;;<br />
$x=0;<br />
}<br />
$x++;<br />
}<br />
}</p>
<p>batasi_per_baris(&#8221;Kulayangkan pandangku melalui kaca jendela dari tempat ku bersandar seiring lantun kereta. Membawaku melintasi tempat-tempat yang indah.&#8221;,5);</p>
<p>?&gt;</p></blockquote>
<p>Cara kerjanya sebagai berikut :<br />
Isi pada variabel $string dipisahkan berdasarkan spasi dan diambil jumlah kata yang kemudian disimpan dalam variabel $jum. Setelah itu lakukan looping dengan jumlah maksimal perulangan yang didapat dari variabel $jum. Dalam loopong simpan kata-kata yang telah dipisah $pecah[$y] kedalam array $temp[$y]. Buat sebuah kondisi jika variabel initialisasi counter $x sama dengan jumlah maksimal kata yang ingin ditampilkan perbaris $max maka sisipkan tag. Lakukan reset pada variabel $x=0. KOndisi sudah tercapai tambah nilai 1 pada variabel $x yaitu $x++, sehingga variabel initialisasi kembali bernilai $x=1.</p>
<p>Ok sekian dulu reposting tulisan yang udah usang ini.</p>
<p>CMIIW</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://angkatanlaut.mil.nf/log/2009/03/19/php-membatasi-jumlah-kata-perbaris/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Download mode background dengan wget</title>
		<link>http://angkatanlaut.mil.nf/log/2009/03/16/download-mode-background-dengan-wget/</link>
		<comments>http://angkatanlaut.mil.nf/log/2009/03/16/download-mode-background-dengan-wget/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 15:31:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://angkatanlaut.mil.nf/log/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Review tentang wget untuk download dalam modus background. Biasanya aku gunain pas malam hari untuk download film secara remote. Dari kos-kos an b/w kecil gak mungkin lah download film besarnya 1/2 GB an. Hehehe&#8230; Untung ada mesin linux di kantor yg kebetulan b/w nya gede. Buka putty akses ke mesin linux via port 22 a.k.a [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Review tentang wget untuk download dalam modus background. Biasanya aku gunain pas malam hari untuk download film secara remote. Dari kos-kos an b/w kecil gak mungkin lah download film besarnya 1/2 GB an. Hehehe&#8230; Untung ada mesin linux di kantor yg kebetulan b/w nya gede. Buka putty akses ke mesin linux via port 22 a.k.a ssh atau lainnya trus jalanin command &#8216;wget&#8217; :</p>
<blockquote><p>wget [option] [URL]</p>
</blockquote>
<p>misal:</p>
<blockquote><p>[root@monkeydluffy ~]# wget -t0 -b http://urlnya.com/&lt;path&gt;/film.avi</p>
</blockquote>
<p>tambahin pula option<br />
-t[number] : wget akan mencoba untuk mengulang jika koneksi terputus, angka 0 berarti akan mengulang secara terus menerus.<br />
-b : set wget dalam modus background</p>
<p>Setelah itu tutup jendela putty anda silahkan tidur, si mesin linux akan mendownloadkan pesanan anda. Besok pagi-pagi di kantor tinggal liat hasilnya. Hehehe <img src='http://angkatanlaut.mil.nf/log/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Untuk mencoba-coba option lain silakan baca manual wget.</p>
<p>CMIIW</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://angkatanlaut.mil.nf/log/2009/03/16/download-mode-background-dengan-wget/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menambahkan source kernel pada Freebsd</title>
		<link>http://angkatanlaut.mil.nf/log/2009/03/15/menambahkan-source-kernel-pada-freebsd/</link>
		<comments>http://angkatanlaut.mil.nf/log/2009/03/15/menambahkan-source-kernel-pada-freebsd/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 14:12:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[FreeBSD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://angkatanlaut.mil.nf/log/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah catatan kecil tentang source kernel. Source kernel ini dibutuhkan pada saat melakukan konfigurasi kernel. Pada standar installation source kernel freebsd yang berada pada path /usr/src/sys belum disertakan.
sarangcoro# cd /usr/src/sys
/usr/src/sys: No such file or directory.
oleh karena itu perlu ditambahkan terlebih dahulu secara manual. Ok, Langsung menuju command, ketikkan :
sarangcoro# sysinstall
Setelah itu pada &#8220;Sysinstall Main Menu&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah catatan kecil tentang source kernel. Source kernel ini dibutuhkan pada saat melakukan konfigurasi kernel. Pada standar installation source kernel freebsd yang berada pada path /usr/src/sys belum disertakan.</p>
<blockquote><p>sarangcoro# cd /usr/src/sys<br />
/usr/src/sys: No such file or directory.</p></blockquote>
<p>oleh karena itu perlu ditambahkan terlebih dahulu secara manual. Ok, Langsung menuju command, ketikkan :</p>
<blockquote><p>sarangcoro# sysinstall</p></blockquote>
<p>Setelah itu pada &#8220;Sysinstall Main Menu&#8221; pilih menu urutannya sebagai berikut<br />
- Configure<br />
- Distributions<br />
- src<br />
- sys</p>
<p>Pilih juga media installasinya bisa via CD/DVD, FTP, HTTP,NFS, Floppy &#8230;etc, paling enak juga lewat CD/DVD tapi jangan lupa di mount terlebih dahulu. Tunggu beberapa saat untuk proses installasi nya. Kemudian jika sudah selesai cek path /usr/src/sys berikut juga sub-direktorinya. Langkah selanjutnya kompile kernel monggo silahkan dilanjutkan sendiri.</p>
<p>CMIIW</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://angkatanlaut.mil.nf/log/2009/03/15/menambahkan-source-kernel-pada-freebsd/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Torch (Realtime Traffic Monitor) pada MikroTik</title>
		<link>http://angkatanlaut.mil.nf/log/2009/03/13/torch-realtime-traffic-monitor-pada-mikrotik/</link>
		<comments>http://angkatanlaut.mil.nf/log/2009/03/13/torch-realtime-traffic-monitor-pada-mikrotik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 17:09:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[MikroTik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://angkatanlaut.mil.nf/log/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Torch adalah tool pada MikroTik yang digunakan untuk monitoring trafik Tx/Rx secara realtime. Dengan menggunakan tool ini dapat diketahui source dan destination host berikut juga besarnya trafik.
Untuk penggunan tool ini bisa menggunakan modus GUI maupun TUI. untuk pemakaian secara GUI sangat mudah tinggal klik kanan pada interface atau queue, lalu pilih torch. Sedangkan jika melalui [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Torch adalah tool pada MikroTik yang digunakan untuk monitoring trafik Tx/Rx secara realtime. Dengan menggunakan tool ini dapat diketahui source dan destination host berikut juga besarnya trafik.</p>
<p>Untuk penggunan tool ini bisa menggunakan modus GUI maupun TUI. untuk pemakaian secara GUI sangat mudah tinggal klik kanan pada interface atau queue, lalu pilih torch. Sedangkan jika melalui TUI misal untuk monitoring trafik suatu host di dalam jaringan, dari host mana? tujuan nya kemana aja? dan berapa trafik Tx/Rx nya ? Protocol dan port apa aja? Perintahnya adalah sebagai berikut  (contoh aja :P) :</p>
<blockquote><p>[coro@sarang-bromocorah] &gt; tool torch ether1 src-address=10.10.10.0/24 dst-address=0.0.0.0/0 protocol=any port=any</p></blockquote>
<p>Hasilnya :</p>
<pre>PRO.. SRC-ADDRESS     SR.. DST-ADDRESS      DST    TX         RX      TX-PACKETS
tcp   10.10.10.58     2714 10.10.10.1       829  23.0 kbps   3.0kbps    6
gre   10.10.10.100         203.153.113.114         93.5kbps  159.9kbps  27
tcp   10.10.10.100    4478 203.153.113.114  172   480bps     448bps     1</pre>
<p>Dari sini dapat kita analisa source dan destination berikut juga besar pemakaian trafiknya. Untuk selengkapnya silahkan kunjungi dokumentasi resminya di <a href="http://www.mikrotik.com/testdocs/ros/3.0/tools/torch.php" target="_blank">http://www.mikrotik.com/testdocs/ros/3.0/tools/torch.php</a></p>
<p>CMIIW.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://angkatanlaut.mil.nf/log/2009/03/13/torch-realtime-traffic-monitor-pada-mikrotik/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
